Gubernur Gusnar Sampaikan Dua Catatan Penting Hadapi APBD 2026

Data Narasi – Gubernur Gusnar menegaskan dua catatan penting yang harus menjadi perhatian dalam menghadapi penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026. Kedua catatan ini disampaikan sebagai arah kebijakan sekaligus pengingat bagi seluruh perangkat daerah untuk lebih cermat dalam merancang Program dan penggunaan anggaran. Dalam situasi ekonomi yang dinamis.

Gusnar menekankan bahwa APBD 2026 harus mampu menjawab tantangan pembangunan dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Catatan pertama yang disoroti Gubernur Gusnar adalah efisiensi dan efektivitas anggaran. Ia menegaskan bahwa setiap rupiah yang dialokasikan harus digunakan dengan tepat sasaran dan menghasilkan output yang jelas.

Pemborosan anggaran harus dihindari, terutama pada program-program yang tidak memberikan dampak signifikan bagi masyarakat. Oleh karena itu, perangkat daerah diminta melakukan evaluasi mendalam terhadap program yang berjalan, mengutamakan kegiatan prioritas, serta memastikan bahwa anggaran dialokasikan berdasarkan kebutuhan riil. Gusnar juga mendorong pemanfaatan teknologi dan digitalisasi untuk meningkatkan akurasi perencanaan dan transparansi anggaran.

Catatan kedua berkaitan dengan peningkatan kualitas pelayanan publik dan percepatan pembangunan daerah. Gubernur Gusnar menekankan pentingnya sinergi antarinstansi untuk memastikan program pembangunan berjalan sesuai target dan memberikan manfaat optimal. Ia mengingatkan bahwa APBD bukan sekadar dokumen anggaran, tetapi instrumen strategis untuk mewujudkan visi pembangunan daerah.

Karena itu, sektor-sektor strategis seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat harus mendapat perhatian khusus. Selain dua catatan utama tersebut, Gubernur Gusnar juga meminta seluruh jajaran pemerintah daerah memperkuat pengawasan internal guna mencegah kebocoran anggaran dan praktik yang tidak sesuai aturan. Transparansi dan akuntabilitas menjadi kunci dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih dan responsif terhadap kebutuhan publik.

Gusnar menegaskan bahwa keberhasilan APBD 2026 bergantung pada komitmen bersama dalam menjalankan perencanaan dan penganggaran yang disiplin, terukur, dan berorientasi hasil. Ia berharap seluruh perangkat daerah dapat bekerja lebih inovatif dan adaptif dalam menghadapi tantangan ekonomi serta dinamika kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, APBD 2026 dapat menjadi instrumen efektif untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus mendorong pembangunan daerah secara berkelanjutan.